Wednesday, 7 September 2011

Taman Nasional Ujung Kulon

Terletak di ujung barat daya Pulau Jawa, Taman National Ujung Kulon meliput Semenanjung Ujung Kulon, Kepulauan Anak Krakatau  dan pulau lain seperti Peucang, Panaitan dan Handeleum. Keseluruhan luas Taman Nasional Ujung Kulon meliputi 78,214 hektar daratan dan 44,337 perairan laut.

Dahulu kawasan Ujung Kulon merupakan pedesaan dan sawah/kebun. Namun letusan Krakatau pada 27 Agustus 1883 mengubah semuanya. Gelombang tsunami mehancurkan semua tanpa sisa dan lapisan debu vulkanis menyelimuti kawasan ini sampai ketebalan 30 cm. Evakuasi dilakukan dan kemudian menjadi tempat hutan kembali dan banyak memiliki jenis tumbuhan dan hewan.


Ujung Kulon merupakan salah satu tempat perlindungan bagi Badak Asia yang bercula satu atau lebih dikenal sebagai Badak Jawa yang diperkirakan tinggal 50 saja. Tempat perlindungan lain terdapat di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam yang diperkirakan tinggal 10.

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon ini telah dilindungi sejak awal abad 20. Pulau Krakatau menjadi cagar alam pada 1921. Kemudian pada 1937, diikuti Pulau Peucang dan Pulau Panaitan. Semenanjung Ujung Kulon menjadi  cagar alam pada 1958 dan kawasan Gunung Honje pada 1967. 


Pada 1991, UNESCO menetapkan Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Dunia karena merupakan kawasan hutan hujan dataran rendah terluas yang tersisa di Pulau Jawa. Dan 1992, Ujung Kulon ditetapkan sebagai Taman Nasional. Ujung Kulon juga merupakan Taman Warisan ASEAN melalui penetapan pada 2005.

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon
:-)

No comments:

Post a Comment